Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Hai. Salam kepada semua jiwa-jiwa yang indah, yang merupakan anak-anak Tuhan dan para Buddha masa depan. Saya tidak banyak bicara kepada Anda belakangan ini. Ya, sebenarnya sudah cukup lama Anda tidak mendengar saya berbicara. Saya cukup sibuk, sibuk di dalam. Pekerjaan di luar tetap sama. Hanya mengedit acara-acara untuk Supreme Master Television, juga melakukan semua pekerjaan tambahan, memeriksa bisnis, dan memantau para insan-anjing dan -burung saya serta insan-hewan liar dari jauh. Tapi pekerjaan di dalam adalah yang paling intens belakangan ini, dalam periode waktu terakhir, sudah beberapa bulan. Tentu saja sebelum itu, tetapi belakangan ini lebih intens, karena begitu banyak bencana terjadi, dan begitu banyak yang mungkin akan segera datang. Tritunggal Mahakuasa bisa menghentikan beberapa – banyak, sebenarnya, banyak. Bencana-bencana besar telah dihentikan atau diperkecil.Sebenarnya, di tanggal 8 Agustus, yang merupakan awal pembicaraan ini, saya sudah siap untuk berbicara kepada Anda. Dan hari itu Tuhan memberi tahu saya bahwa saya boleh berbicara kepada Anda. Itu terjadi setelah banyak, banyak minggu atau mungkin bulan. Karena dari saat itu hingga tanggal 8 Agustus, 8/8 – angka yang luar biasa – saya sangat, sangat sibuk di dalam dan Tuhan tidak mengizinkan saya berbicara kepada Anda. Dia berkata, “Tunggu sampai beberapa bagian selesai dahulu...”Hari ini, tanggal 8 Agustus. Saya harus memberi tahu Anda bahwa saya sangat bersyukur. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Putra-Nya, Guru Ultima-Nya – bukan tentang saya secara pribadi. Kita semua harus berterima kasih kepada Sang Tritunggal karena telah menyelamatkan planet ini sejauh ini, sehingga banyak negara tidak hancur berkeping-keping, dan ratusan juta orang telah diselamatkan dari kehancuran dan kematian. Itu merupakan tanda kelegaan kecil bagi saya, secara pribadi saat ini, karena ini merupakan kerja keras di dalam dan di luar, tentunya, juga. Tidak ada apa pun yang dapat terjadi tanpa keterlibatan fisik, karena Kuasa Keilahian yang terkuat adalah ketika ditransmisikan melalui makhluk fisik yang dipilih oleh Tuhan. Itu seperti Anda telah memilih suatu kabel sehingga Anda dapat terhubung dengan seluruh jaringan listrik, misalnya. Saya sangat, amat, dengan rendah hati, selamanya bersyukur kepada Sang Tritunggal.Saya juga merasa sangat tersentuh dan bersyukur atas semua doa dari para vegan dan mereka yang baru menjadi vegan dan doa-doa mereka, dan banyak orang lain yang telah berdoa dengan sungguh-sungguh dan tulus untuk bertobat, bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa – Para Suci dan Para Bijak, para Buddha, yang mereka percayai, yang kepada-Nya mereka berdoa dan bersyukur. Tanpa semua doa ini dan semua peralihan menjadi vegan ini, energi dunia akan terlalu lemah untuk digunakan. Itu seperti banyak kabel, jika mereka tidak cukup kuat untuk menerima dan mentransmisikan listrik, maka kita tidak bisa berbuat banyak, walaupun listrik ada di mana-mana, dan kita bisa memanfaatkannya untuk membuat hidup kita lebih nyaman, lebih efisien, dan banyak manfaat lainnya yang dapat kita peroleh dari listrik.Sekarang, saya juga sangat bersyukur atas semua prediksi dari para paranormal berbakat, atau pewaskita, pelihat dan orang bijak, yang dapat meramal masa depan, dari rencana Alam Semesta yang telah ditetapkan sejak masa lalu sesuai dengan karma, perilaku, dan pertobatan semua makhluk di planet ini. Segala sesuatu yang terjadi pada kita saat ini bukanlah sekadar sesuatu yang terjadi secara acak atau kebetulan, atau baru saja terbentuk belakangan ini, tapi sudah sejak sangat, sangat, sangat lama, bahkan sejak zaman dahulu kala. Dan sesekali, umat manusia harus, telah dan akan harus menderita, akibat karma mereka sendiri karena tindakan mereka yang tidak bijaksana atau bodoh. Beberapa bencana ini dapat diminimalkan atau bahkan ditiadakan oleh TRITUNGGAL MAHAKUASA. Bencana besar menjadi lebih kecil, dan bencana kecil bahkan menjadi lebih kecil lagi atau nihil. Namun kita berterima kasih kepada semua prediktor, para peramal, yang telah meluangkan waktu dan mencari rahasia-rahasia Alam Semesta, bekerja keras untuk memahami, mempelajari, dan juga menyucikan diri agar dapat menerima Peringatan Tuhan.Peringatan Tuhan tidak selalu datang dari Yang Mahatinggi, karena Yang Mahatinggi tidak dapat dijangkau oleh kebanyakan manusia. Ketika orang mengalami mati suri, mereka mungkin telah melihat apa yang mereka sebut Tuhan Yesus, atau Buddha atau Bodhisatwa, Para Suci dan Para Bijak.Photo Caption: Masing-masing Melakukan Bagian Uniknya