Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Wawancara Media dengan Maha Guru Ching Hai (vegan), Bagian 5 dari 12

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Guru menyajikan puisi dan lagu, serta menjelaskan lirik-lirik yg mengungkapkan kerinduan mendalam jiwa kepada TUHAN.

(Kami mengelola surat kabar itu; kamilah yang mencetaknya.) Berani, bukan? (Jika kami tidak bisa melakukannya, maka kami akan tutup.) Berani, sungguh? (Kami yang memulainya sendiri, dan kami sendiri mencetaknya.) Oh, benar. Itulah yang membuatnya sulit. (Bukan seolah-olah merekalah yang mengeluarkan uangnya.) (Bukan seolah-olah mereka memberi kami apa pun.) Oh, benarkah? Tapi bagaimana dengan ongkos iklan? Bukankah mereka membayar kalian untuk memasang iklan? (Jika mereka beriklan, mereka harus membayar kami.) Ah, begitu ya? (Tapi kalau mereka tidak beriklan sekarang, maka kami…Guru tahu pepatah, “Bahkan tanpa orang itu, pasar tetap ramai.”) Oh, benarkah? (Satu orang pergi, yang lain datang.) (Ya, jadi kami tetap melakukan apa yang sedang kami lakukan.) (Tidak ada yang perlu ditakuti.) Oke. Kita tidak tahu apakah mereka di pihak kita atau pihak lawan, kan? Baiklah. (Siapa yang tahu? Mungkin suatu hari salah satu murid Guru akan datang dan berkata, “Izinkan saya memasang iklan.” Butuh keberanian untuk menjadi jurnalis. Itu bagus sekali.

Bekerja di bidang jurnalisme membutuhkan keberanian. Itu sesuai dengan profesi kita dan dalam cita-cita kita. Itu tidak mudah. Bagus sekali, saya suka itu. (Jadi, hanya karena mereka mengatakan itu, apakah kita harus menyerah?) (Kita tak bisa begitu saja menariknya kembali.) (“Baiklah, lupakan, kembalikan saja. Saya tak akan memublikasikannya lagi.) Ya. Itu juga ujian keberanian Anda, bukan? Mungkin nanti dia akan membalas dan memohon: “Oh, saya hanya bercanda beberapa hari yang lalu. Jangan marah. Hari ini, saya akan memasang tiga atau empat iklan lagi.” Kita harus mengikuti apa yang kita yakini benar, apa pun risikonya. (Begitu kami berkomitmen untuk melakukannya, kami lakukan.) Ya.

(Beberapa murid Anda juga memasang iklan, tapi mereka tidak menyebutkan bahwa mereka adalah murid Anda. Benarkah begitu? (Mereka tidak katakan apa-apa.) Oke. (Mereka tak menyebutkan.) Mereka tidak bisa mengatakan mereka adalah murid saya? (Ada satu orang…) Mereka semua bekerja diam-diam di balik layar. (Mereka menjual perabotan.) (Oke. Mereka menjual perabotan.) (Saya belum tahu yang itu.) Ada banyak murid Guru di Monterey Parak dan Alhambra.) (Beberapa pemilik toko meminta kami pasangkan iklan untuk mereka.) (Mereka ditanya, “Mengapa belum iklankan di majalah kami dulu?”) (“Ketika saya melihat foto [Guru], saya putuskan memasang iklan.”) Ah, benarkah? Sangat indah, ya? Lalu saya melihatnya dan menyadari betapa indahnya foto itu, lalu saya berkata: “Oh! Kok bisa saya punya foto seindah ini dan bahkan tidak menyadarinya?” Saya tidak tahu saya ada foto itu. Apakah ini semua? Oke. Bisa tolong ambilkan, terima kasih. Anda terlihat seperti (insan-)kerbau. Seekor (insan-)kerbau air. Seperti seekor (insan-)kerbau air, meminum banyak air. Apakah Anda ada pertanyaan lain? Atau jika ada hal pribadi yang ingin ditanyakan, tanya saja. Tak apa-apa. Dia bisa bicara dari sana. Itu oke. Dan kita berdua bisa bicara di sini. (Tidak, kami hanya mengobrol saja.) Lagi bersenang-senang? Oke. (Seperti keluarga.) Ya. Oke.

Kalau ada waktu luang, kita bisa baca puisi bersama utk seru-seruan. Membaca puisi, meminum kopi, dan hal semacam itu. (Karaoke juga.) Anda menyanyi sangat bagus, Guru.) Pasti. Oke. Saya baru saja merilis beberapa lagu Twist yg sangat bagus. (Dalam perjalanan pulang, Guru berjalan bersama sambil bernyanyi, “Aku menyeberangi feri”.) (Kami sungguh harus tonton videonya untuk melihat betapa lucunya itu.)

(Guru belakangan ini menulis lirik baru untuk beberapa lagu Amerika dan Âu Lạc (Vietnam). Guru menulisnya sendiri.) (Bisakah kita sebaiknya publikasikan cuplikan puisi Anda kali ini, Guru?) Puisi mana? (Puisi yang Anda terbitkan di majalah Berita itu … Itu sebuah puisi yang indah.) Oke. Ya, kalau Anda suka. (Puisi bahasa Inggris. Sangat romantis!) Tapi itu semua tentang kasih untuk TUHAN. Tapi apakah semua orang memahami itu. Saya tak tahu. (Tapi kami membacanya seperti itu.) Ya, orang² juga bisa menafsirkan “cinta” itu sbg cinta manusia. (Ya.) Puisi itu, “Kekasihku Jauh di Sana”. (Ya. Yang itu bagus.) Puisi itu telah diubah menjadi lagu yang indah. Saya akan aransemen itu jadi musik.

Cintaku berada nun jauh di sana Apakah ia masih mengingat diriku? Terpisah oleh Bimasakti Sungai rinduku sedalam jurang, gunungnya setinggi langit Cintaku berada nun jauh di sana Di mana Surga dan Bumi bersatu (Ya) Itulah pulau TUHAN. Sejak dahulu kala Biarkan aku sendiri, oh rindu! Lagi dan lagi, aku mengembara Melalui ribuan galaksi dan dunia, Lewati tak terhitung hidup dan mati, Mencari Kekasihku Cintaku senantiasa nun jauh di sana Hatiku merindukan-Mu selamanya...

Apakah bagus? (Ya. Guru bernyanyi dengan sangat baik.) Apakah ada bagian refrain juga? Atau hanya itu semua? Paham. (Ya.) (Sore ini, saya membaca karya itu lagi untuk kedua kalinya.) (Saya membacanya lagi sore ini untuk kedua kalinya.) Bagaimana dgn bagian tengahnya? Bagian tengah. Bagaimana liriknya ? (Lagi dan lagi, aku mengembara.) Tidak, itu berbeda.

"Cintaku berada jauh nun di sana, Apakah Ia masih mengingat diriku? Malam-malam yang panjang, merindukan Sahabat sejatiku Bermimpi tentang Bima Sakti. Oh! Hai, hai, wahai para musafir Wahai para musafir Tolong berhenti dan katakan padaku di mana Kerajaan-Nya berada Tahukah engkau Jalannya? Cintaku berada jauh nun di sana, Dimana Langit dan Bumi menyatu Sejak dahulu kala

Istilah “dahulu kala” berarti tidak memiliki awal – secara umum, artinya abadi. Namun, hal itu juga bisa berarti seseorang yang tidak setia. TUHAN telah meninggalkan kita; Sepertinya Dia tidak mempedulikan kita sama sekali. Bukankah begitu? Sejak dahulu kala Biarkan aku sendiri, oh rindu! Lagi dan lagi, aku mengembara Melalui ribuan galaksi dan dunia, Lewati tak terhitung hidup dan mati, Mencari Kekasihku Cintaku senantiasa nun jauh di sana Hatiku merindukan-Mu selamanya...

Kita memang sedang mencari – mencari Diri itu. Mencari Kekasih kita. Itu adalah Diri Sejati kita. Mencari Diri Asli kita. Itulah Kekasih yang Paling Agung. Cinta-cinta kecil di dunia ini hanyalah salinan, salinan semata. Oleh karena itu, karena Cinta Agung itulah manusia terus mencari cinta, apakah Anda mengerti? Manusia harus saling mengasihi, harus saling mencari. Itu karena Cinta Agung itu. (Ini sangat menyenangkan.) (Anda adalah Buddha Bahagia! Anda sangat ceria dan artistik juga.) (Tapi hari ini, melihat tangan Anda, saya paham mengapa Anda seniman. Dengan jari-jari yang begitu halus, siapa lagi yg bisa gambar selain Anda?)

(Apakah Guru mengadakan pameran seni setiap tahun?) Tidak juga. Hanya sesekali. Saya memamerkannya hanya ketika orang-orang mengundang saya. (Apakah pamerannya di Taiwan (Formosa), atau…?) Biasanya, para murid saya datang melihat, dan orang lain datang sbg pengunjung. Namun tahun lalu, ada pameran di Brussel, di Belgia. Namanya Belgia, bukan? (Brussel.) Brussel, Belgia. Baiklah. Oke. Karena mereka mengundang saya agar membawa lukisan² saya untuk sebuah pameran. Itulah sebabnya saya mengadakan sebuah pameran resmi. Biasanya, ke mana pun saya pergi— baik untuk memberikan ceramah maupun untuk urusan lain— murid-murid saya akan membawa beberapa lukisan dan menggantungnya di dinding agar para tamu dapat melihatnya. (Indah. Semua lukisan itu begitu indah.) Tidak perlu mengadakan pameran resmi.

(Hari itu, kami memilih dua lukisan, kan?) Lukisan yang mana? (Kami ingin membawanya pulang.) (“Matahari”.) (Yang “Matahari”.) (Kami hanya bisa memotretnya; kami tak bisa membawanya pulang.) (Ya, kami memotretnya.) Kalian ingin membawanya pulang? Biar saya berikan pada kalian. Dua yang mana – yang mana saja? Saya akan berikan pada kalian. (Ayo kembali dan melihat foto-foto itu lagi; nanti kami akan mengingat yang mana.) Oke, “Matahari.” (Mereka cukup ketat, bukan?) (Sangat ketat. Bahkan sebelum kami mendekat, mereka sudah dorong kami menjauh. Mereka bahkan tidak izinkan kami melihat lukisan-lukisan itu.) Karena kalau soal para murid… (Hanya satu atau dua lukisan yang memiliki tanda tangan Guru.) Karena mereka takut para murid akan membuat gambarnya kotor.

(Kenapa ada begitu banyak lukisan yang tidak ditandatangani Guru?) Mungkin karena frame… (Saya hanya melihat “Biển Đồng” tertulis di sana; di bawahnya hanya ada nama, dan di atasnya ada tanda tangan.) Mungkin tanda tangannya tertutupi saat lukisan-lukisan itu dibingkai. Kadang saya lupa menandatangani. Saat murid membawanya untuk saya, saya ingat dan menandatanganinya. Karena dulu saya melukis hanya untuk bersenang-senang, dan baru setelah itu saya memikirkan hal-hal seperti itu. Mereka harus mengingatkan saya, baru saya ingat menandatanganinya. (Lukisan-lukisan itu sangat indah. Saya benar-benar menikmati melihat lukisan-lukisan itu.) Beritahu saya dua lukisan mana yang ingin Anda bawa pulang. (Ya.) Saya akan berikan untuk Anda. Anda tidak perlu menjadi seorang pencuri! Katakan dengan jelas – apa judulnya? (Yang itu berjudul “Keserakahan.”) Kalau begitu aku akan mengirimnya kepada Anda, Oke? (Ya.) Atau saya bisa minta (…) membawakannya pada Anda, oke? (Ya.)

Oke. Jika Anda suka seni, saya juga sangat bangga dan sangat bahagia. (Guru, apakah Anda punya lagu lain? Mohon nyanyikan satu untuk kami.) (Hebat! Lagu terakhir tadi sangat indah!) Sebuah lagu Âu Lạc (Vietnam)? (Ya, lagu Âu Lạc (Vietnam).) Saya juga tidak punya banyak lagu dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam). (Tapi bukankah versi asli lagu itu dalam bahasa Inggris, Guru?) Ya, itu benar. (Lalu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam).) Lalu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin dan Âu Lạc (Vietnam). (Ya.) (Lalu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam).) (Ketiga bahasa itu.) Kadang-kadang saya menulisnya dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam), lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris dan Mandarin. (Lalu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam).) Kali ini, saya tulis dalam Inggris dulu, lalu menerjemahkannya ke bahasa Âu Lạc (Vietnam) dan Mandarin Versi bahasa Inggrisnya memiliki melodi yang berbeda. (Ya.) (Lalu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Âu Lạc (Vietnam).) Tidak semeriah yang ini. Irama-nya mirip seperti bolero, betul? Cha-cha-cha. (Melodi mana? Dari lagu mana?) Yang tadi! Cintaku berada nun jauh di sana. Apakah dia masih mengingat diriku? (Paso Doble.) Ya. (Ya.)

Masih ada beberapa lagi – dua atau tiga lagu lagi. Dua, tiga lagu berbahasa Âu Lạc (Vietnam) lagi. Tapi belum berlatih lagu-lagu itu. Tidak ada gladi resik sama sekali. Saya baru saja menuliskannya, jadi saya bisa minta saudara ini bantu menuliskan not-not musiknya. (Ya.) Karena saya sudah menyanyikannya. (Ya.) Jadi saya memintanya untuk menuliskannya. (Menuliskan melodi.) Menuliskan not-notnya. Ada lagu apa lagi? Lagu apa lagi? Lagu Âu Lạc (Vietnam). (“Remember Me When the Rain Falls” dan “The Supreme Master,” kan?)

(Bersama-sama, bersama-sama kita telah menyaksikan hujan turun.) Ah! Lagu “Remember Me When the Rain Falls.” Bersama-sama… Lagu itu sulit dinyanyikan, ya? (Agak tinggi.) Bersama-sama, kita telah menyaksikan hujan turun. Ritme seperti apa ini? (Rumba.) Ah, Rumba. (Tapi sedikit lebih cepat.) Apa selanjutnya? Saya lupa.

Kita telah menyaksikan pelangi. Ingatlah, ingatlah masa-masa kebersamaan itu. Ingatlah, ingatlah masa-masa kebersamaan itu."

Saya suka hujan. Karena hujan itu seperti pesan yang diturunkan dari Surga. Saat hujan turun, itu juga seperti jembatan yang menghubungkan Surga dan Bumi. Jadi, saya sangat suka hujan. Saya sering mendengarkan hujan dan menanti hujan bersama para murid saya. Itulah kenapa saya menulis lagu ini. Ke mana pun engkau pergi, Ingatlah daku saat hujan turun, Ingatlah daku saat hujan turun. Sayangku…

Saya sudah batuk selama berbulan-bulan. Pasti suaranya sangat mengganggu . (Tidak, suara Anda sangat bagus, Guru) (Suara Anda sungguh bagus.) Astaga, saya batuk banyak sekali! (Suara Anda sangat bagus. Anda bisa mencapai nada rendah dan nada tinggi.)

Engkau tahu betapa kesepian diriku, Rintik hujan bangunkan kenangan akan Negeri asalku nun jauh.

“NGƯỜI” dalam huruf besar, ditulis dengan huruf kapital. “NGƯỜI” merujuk kepada TUHAN, kepada MAKHLUK ILAHI. Ah. Kurang lebih begitulah. Masih ada banyak lagi. (Ya, dan Guru juga lelah hari ini.) (Baiklah, kami akan pergi sekarang.) (Oke.) (Pergi mencetak surat kabar? (Terima kasih banyak, Guru!) Oke. Sama-sama. (Terima kasih, Guru.) Waktu saya sangat sedikit. Kalau tidak, jika kalian suka musik, saya bisa duduk di sini seharian menyanyi untuk kalian dan membacakan puisi juga. Saya suka melakukan itu. Kalian suka mendengar pembacaan puisi? (Ya, memang.) Kalian suka puisi, kan? (Iya, tentu saja.) Ah, jadi kalian memang suka.

Photo Caption: “Menyandarkan dan Mengistirahatkan Jiwa kepada Yang MAHABESAR, Tidak Mudah Menemukan Kedamaian di Bumi!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (5/12)
1
Kata-kata Bijak
2026-10-19
1381 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-10-20
1106 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-10-21
933 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-10-22
782 Tampilan
5
Kata-kata Bijak
2026-10-23
582 Tampilan
6
Kata-kata Bijak
2026-10-24
531 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-10-24
531 Tampilan
Lagu, Komposisi, Puisi dan Pertunjukan Maha Guru Ching Hai (vegan)
2026-10-24
561 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-24
809 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-23
945 Tampilan
35:14
Berita Patut Disimak
2026-10-23
196 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-23
582 Tampilan
Kecantikan Alam
2026-10-23
200 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh